Soulmate ku ‘Psikopat’
Setelah tinta dan beribu kata yang ku tuangkan dan ku ceritakan ke dalam tulisan ini di sebuah kertas putih bersih yang tertulis rapi dari secercak noda kotor, aku pun percaya jalan hidupku yang kotor , akan kembali putih seperti kertas tersebut, tak berarti aku seorang perempuan jalang yang sering melakukan perbuatan kotor. Mungkin aku hanya seorang wanita biasa yang percaya bahwa suatu saat nanti aku akan menemukan seseorang yang terbaik untukku dan dapat mengayomi kehidupan ku yang penuh derita. Walaupun derita yang ku alami hanyalah tekanan batin, dari seseorang yang ku yakini ketulusannya…Yang menjadi pertanyaan besar dalam hidupku adalah apakah semua orang percaya dalam hidupnya akan menemukan The Right Man ?? tapi apakah The Right Man bisa disebut Soulmate ?? Mengapa tak sedikit orang terobsesi mendapatkan Soulmatenya ?? Misteri apa yang ada di balik semua itu ?? Mungkin Soulmate dalam arti sebenar –benarnya adalah tidak bersama, tapi juga tidak terpisah. Seperti magnet yang terus tarik menarik satu sama lain, seperti hal yang sama yang terjadi dengan jalan hidup ku, kalau soulmate ku ternyata seorang psikopat. Sudah cukup lama aku mengenal sosok dia, dia yang selama ini ada dihatiku, yang selama hari-hariku kuhabiskan bersama dia. Yaaa….dia adalah seorang laki-laki Psikopat menurutku, setelah 5 tahun hari-hari ku tersiksa akan semua sikap ‘gila’ nya yang membuatku selalu berurai air mata. Aku sadar ini adalah konsekuensinya jika aku berpacaran dengan psikopat.
Sedikit ku jelaskan tentang Psikopat secara harfiah ialah Sakit jiwa, pengidapnya juga sering disebut sebagai Sosiopat karena prilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya. Psikopat berbeda dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut "orang gila tanpa gangguan mental". Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80 persen lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau dirumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan.
Seorang ahli psikopati dunia bernama Robert D. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun, Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri. Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan. Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum. Misalnya, sering berbohong, fasih menfitnah menganggap dirinya hebat, egoisetris, tidak punya rasa sesal dan bersalah, hidup sebagai parasit, memanfaatkan orang lain untuk kesenagan semata, dan kepuasan dirinya. Namun ciri-ciri ini diharapkan tidak membuat orang-orang mudah mengecap seseorang psikopat karena diagnosis gejala ini membutuhkan pelatihan ketat dan hak menggunakan pedoman penilaian formal, lagipula dibutuhkan wawancara mendalam dan pengamatan-pengamatan lainnya. Dan semua yang terjadi dalam hidupku berawal dari seorang yang bisa dibilang psikopat, entahlah… Dan kisah ini berawal saat aku mengenalnya di SMA, namaku Andrea Diva, teman-teman memanggilku Diva, karena aku sangat menyukai sesosok Diva, yang Elegan dan Glamour, layaknya seorang diva panggung yang terkenal, dan aku pun berharap suatu saat nanti aku akan seperti itu walaupun hanya sebuah mimpi kosong, dan dari mimpi kosong itu aku ingin semua orang memanggilku Diva... Aku seorang wanita yang berasal dari keluarga yang sangat mencintai kesederhanan dalam hidup. Walaupun aku hanya seorang anak semata wayang dari hasil perkawinan yang tidak mendapat restu orang tua ibuku, dan sampai aku menginjak usia 23 tahun sedikitpun aku tak pernah tau keluarga ibuku, dan ibuku selalu menutup rapat cerita itu. Mungkin itu hanya setitik cerita gambaran kehidupan ku. Dan seorang lelaki psikopat itu bernama Reno Aditya, dia seorang lelaki berwajah jerman tapi keturunan Tegal, mungkin agak sedikit ganjal dengan daerah tersebut. Yaaa daerah yang terkenal memproduksi telur asin dan warung tegalnya yang selalu diminati olek kaum kelas menengah ke bawah karena murahnya lauk-pauk yang tersedia di warung tersebut, atau yang biasa kita dengar WARTEG. Walaupun dengan adanya keturunan tegal wajahnya itu sangatlah menarik perhatian kaum hawa yang melihatnya.
Berkulit Putih berhidung mancung dan mempunyai bentuk tubuh proposional, karena dengan adanya kelebihan fisik yang Reno punya, wajahnya pun tak jarang menghiasi Cover majalah Ibu kota yang trend dengan gaya hidup kaum Hedonisme. Dan saat pertama kali aku berjumpa dengan sosok pria ini, yaitu ketika aku menyaksikan sebuah pagelaran pertunjukan musik besar di sekolah ku, ’Hai… Diva ? gue Reno, Loe yang kemaren nyanyi di Prom Night kan?’. Dengan wajah merona seperti kepiting rebus, aku menjawab ‘i..iyaa’. ‘Gue suka sama suara loe… bagus deh, yang nyanyi juga cantik’
Yaaaa ampuuun……mimpi apa aku semalam..??? Kenapa wujud reno yang nyata ada didepan mata ku?? komentar manis tentang aku juga?? dengan menundukkan kepala aku tersipu dan dengan suar bergertar ‘ga kok suara gw jelek lagi...’
‘Ren…!! Ayo… loe ada pemotretan kan hari ini…’ seorang pria memanggilnya. Suara pria bersuara lantang itu bernama Dika, dika itu adalah managernya Reno yang selalu mengatur jadwal Reno, aku sudah menduga seorang pria yang wajahnya sering terpampang di majalah yang cukup tenar di Jakarta itu selain beruntung memiliki fisik yang enak dipandang, tentu sudah pasti meraup banyak materi dari pekerjaannya itu dan memiliki seorang manager. Aku rasa dia sangat sulit membagi waktu untuk pekerjaan dan sekolah.
‘Diva, gw pergi dulu ya…seneng bisa kenalan sama loe…’ uh, senangnya ujarku dalam hati. Aku sering melihatnya di sebuah majalah, menurutku dia pria yang menarik, ketika mengobrol dengannya aku menemukan bahwa dia punya guratan senyum yang manis dan aksen Jermanya yang sexy yang terdengar sangat esoktis bagi seorang gadis yang melihat senyumnya…Tetapi bukan hanya wajah tampan dan aksen bicaranya yang memikat hatiku. Dia benar-benar pria yang baik dan enak diajak ngobrol, dan di atas semua itu dia pandai membuatku tersipu malu. Aku begitu terpesona oleh reno, hingga tidak menyadari adanya keributan kecil di sekeliling ku, ketika sebuah band Rocker naik ke atas panggung, semua pengunjung sekeliling ku berteriak histeris.
‘Eh, nenek..!! gue cariin juga kemana aja loe..?!’ aku tersentak kaget. Anne…dia adalah sahabatku yang terbaik yang pernah ku temui, dan dia pula yang mengajari ku tentang arti sahabat. ‘Pulang Yuk…Bete Gue di sini, bintang tamu nya rusuh...!!’. ‘Okay Ann, capcus yuk….’
Itulah awal hubungan kami, sekarang hubungan itu sudah berjalan 5 tahun, aku sadar bahwa sebenarnya hubunganku selalu dihiasi dengan deras air mataku, tapi hatiku hanyalah menanam air mata pedihku, setiap kata kasar yang terucap dari bibir Reno, saat tangan halusnya menampar pipiku hingga berkali-kali sampai aku terjatuh tak berdaya hanya karena keselahan yang tak pernah aku perbuat, aku hanya bisa tersenyum manis namun dalam hati menangis, aku sangat mengenal reno…dia berubah 180 derajat dari awal aku bertemu, selalu memberikanku kelembutan dan sekarang memberikanku Luka akibat perbuatan kasarnya, saat kepopulernya hancur dalam sekejap mata, dia dikhianati oleh managernya sendiri, Dika dengan teganya menyalahgunakan kepercayaan yang reno berikan malah memanfaatkannya, uang dengan mudahnya mengelapkan mata…ayahnya Joni Alberth menderita penyakit Jantung, pada dasarnya reno berasal dari keluarga yang berkecukupan dengan segala kemewahan yang dia punya, tapi semua itu lenyap begitu saja, ketika kakak lelakinya Andre mengenal perjudian, semua barang mewah yang terpampang di rumah reno sudah habis terjual untuk membayar hutang. Untungnya yang membiayai kehidupan adalah ibunya, sosok ibu yang sangat sabar dalam menghadapi semua permasalahan yang membebani pikirannya. ‘Gimana hubungan loe sama reno? Been long time nggak denger cerita loe…?’ tanya Anne sambil membereskan kantong belanjaannya. Sementara aku memilih melonjorkan badan di kasur. ’Hubungan gue masih seperti dulu…’ ucapku pelan. ‘Duh, Nenek…!! gue heran sama loe, udah jelas dia itu psikopat gitu masih aja loe pertahanin hubungan loe…!!’ anne sedikit teriak. ’Gue susah menjelaskan posisi gue Ann...Gue juga gak pengen begini…I Put myself in so many troubles...’ Aku tertunduk menahan air mata yang hampir keluar dari pelupuk mataku. ‘Loe pernah mikir ga sih kalau suatu saat hubungan loe akan di bawa kemana?’ Anne kembali bertanya ,kali ini dengan nada lebih lembut..
‘Gue udah mikir berjuta-juta kali dan berjuta –juta kali juga gue kecewa karena gak nemu jawabanya…’ aku tidak tahan lagi untuk tidak menagis walaupun aku berusaha tegar tapi hatiku remuk mendengar kalimat-kalimat yang melucur dari bibir sahabatku…aku membiarkan air mataku jatuh perlahan. ‘Duh…cup..cup..’ Anne menghapus air mataku. ‘Sabar aja yah Va…’ entah mengapa saat dipelukkan sahabat ku, aku merasa tenang. Aku sadar bahwa hubungan ku sudah tidak sehat, setelah cukup lama aku mempertahankannya tapi tak ada apapun hikmah yang kuperoleh.
***
Aku terlonjak saat telepon genggamku berbunyi, hari sudah sore namun aku enggan beranjak dari tempat tidur ku, tempat aku merebahkan badan. Aku buru-buru meraih telepon genggamku. ‘Halo?’ jawabku malas-malasan. ‘lagi dimana?’ suara reno terdengar di seberang telepon. ‘Di rumah ‘ jawabku. Aku teringat kalau reno akan menemuiku. Dengan nada keras reno membanting telepon, dalam hitungan menit Reno pun hadir dihadapanku. ‘Ngapain sih kamu pergi gak bilang-bilang sama aku…?? kamu tuh kalau aku atur nurut dong…aku kan bilang aku tuh nggak suka sama perempuan yang gak bisa ngehargain aku…!!!’ Suara reno yang keras dan membentak membuatku menahan nafas sesaat. ‘Aku nggak ngerti maksud kamu ren…!!’’ tanya ku dengan nada heran dan tertahan. ‘Dasar perempuan murahan… !!!’ hatiku perih mendengarnya. ’Kamu ngomong apa sih ren..?? aku sama sekali nggak ngerti maksud kamu…!!!’ Tubuhku yang lemah tejatuh didorong olehnya dengan sangat kuat, rambutku yang terurai, di tarik dengan kasar olehnya, aku meronta mencoba melawannya dan menangis keras agar reno melepaskan tanganya dari kepalaku. ’Apa salahku ren…??’ aku menahan sakit dan air mata menghujan. ‘Aku sedkitpun ga mau kamu ninggalin aku va…aku sayang banget sama kamu…jangan pernah pergi ninggalin aku…!!!’ reno mencengkeram tanganku dan memeluk erat tubuhku. Ya tuhan ada apa sebenarnya dengan reno?? kenapa dia selalu menyiksaku dengan mudahnya?? apa yang ada di dalam otaknya..?? mengapa di saat aku goyah menahan sakitnya siksaan batin ini dia menginginkan aku agar tidak pergi darinya…?? Apa yang harus kulakukan…??
Setelah reno pergi dari rumahku, aku meminta sahabat ku datang untuk menghiburku. ‘Sabar ya va…’ kata anne prihatin. ‘Duh muka loe udah babak belur gitu masih aja loe pertahanin hubungan gila ini ya..??’ ucap anne kesal. ‘Loe nggak ingat apa kalau reno itu sakit dan aneh..!!! satu hal yang loe harus ketahui ya va…manusia dengan jiwa terbelah seperti reno bukanlah petarung cinta yang mengandalkan jurus-jurus normatif seperti romantisme, melankolisme, kecemburuan, atau sikap posesif. Seorang psikopat seperti Reno gak akan pernah cukup hanya memiliki, tapi dia selalu pengen menguasai, yang sering berupaya melakukan pendekatan dengan teror…dengar baik-baik Va…’ Anne melembutkan suaranya. ‘Gue nggak mau ngeliat loe nangis terus, masa depan loe masih panjang, loe cantik, cerdas, pasti masih banyak lelaki di luar sana yang menunggu loe, salah satu dari mereka akan menyayangi loe dengan kelembutan, bukan pake kekerasan Va…’ jelas anne panjang lebar. Aku menganggukkan kepala kuat-kuat. Aku tergingat kenangan manis yang ku alami bersama reno yang sangat indah untuk ku lupakan. Terbayang saat aku dan reno berada di suatu tempat yang romantis di atas gedung melihat keramaian aktifitas pasangan yang memadu kasih di jalanan sambil menikmati dinginnya jakarta yang baru saja diguyur hujan deras, membuat kami berpelukkan hangat dengan kecupan mesra di pipiku. Hmmm…aku suka bila reno berbisik lembut di telingaku dengan kata-kata manis, merasa membuatku ingin selalu berada di dekatnya. Aku suka saat-saat mesra seperti ini, aku benar-benar bisa merasakan kehangatan reno, sebuah kenangan manis yang ku rajut bersama reno. Tapi hati ku pedih bila mengingat kelakuan reno berubah seperti sekarang ini. Aku lelah menyalahkan Tuhan karena hal ini. Mengapa aku dan reno tidak bisa seperti dulu, menjalin hubungan yang manis dengan canda tawa, bertukar senyum malu-malu tanpa ada derai air mata seperti sekarang.
***
Saat pagi datang meninggalkan gelap, saat matahari menimpa bumi dengan cahayanya, aku merasa sakit yang amat sangat di perutku, mataku terasa berat, aku tidak bisa membuka mataku, perlahan tubuhku terasa melayang…ringan…seperti kapas yang diterbangkan oleh angin, dan saat aku menyadari tubuhku terkapar tak berdaya di lantai kamarku, dan darah yang segar mengalir membasahi lantai yang keluar deras dari tubuhku. Oh Tuhan inikah rasanya ruh yang terpisah dari jasadnya….?? Aku masih berada dirumahku, tapi aku merasa ringan tanpa beban dan aku melihat reno disamping tubuhku dengan pisau yang berlumurkan darah. Tatapannya kosong melihat tubuhku yang tak berdaya. Tangan yang lembut yang memberikan kehangatan disaat dinginnya malam, kini dengan tega menusukku dengan sebuah pisau yang entah darimana…Mata pisau itu menusukku hingga menembus dinding ususku…begitu cepat kejadiannya hingga aku hanya merasakan perih dan sakit. Reno dengan tega melakukan ini hanya karena aku memutuskan hubungan dengannya, karena banyaknya penderitaan yang telah ku alami, aku mencoba untuk mengambil sikap demi kebaikkan hidup ku dan masa depanku. Aku sadar sepenuhnya dengan keputusan yang kubuat, setelah beribu-ribu keberanian yang aku kumpulkan dan akhirnya aku ungkapan kepadanya, tapi sebilah pisaulah jawabnya. Kenapa Tuhan harus mempertemukan aku dengan dia…??? rasa sesal dan amarah menyatu dalam benakku. Ini semua jauh di luar bayanganku, jika waktu bisa kembali berputar mundur aku tidak akan pernah ingin mengenalnya tapi aku tau penyesalan selalu hadir terlambat. Hhhhhh……
***
Saat tubuhku telah bersatu dengan tanah, ketika arwahku sudah berada di langit ke tujuh…Anne bertemu dengan ibunda reno di pusat perbelanjaan.
‘Anne ya…? Temennya diva pacarnya reno kan…??’ ujar wanita setengah baya yang masih terlihat cantik itu. ‘iya tante’ jawab Anne. ‘Tante tau kamu dari foto milik reno, di foto itu ada diva, reno dan kamu, tante menemukan foto itu bersama sebuah surat. Tante rasa kamu perlu baca surat yang ditulis reno itu. Kebetulan tante bawa, tante kasihan melihat diva dan tante juga bingung dengan reno, saat ini reno dalam perawatan dokter’ ucap ibunda reno dengan wajah muram sambil menyerahkan secarik surat.
Isi surat Reno….
Ku sadari semua berbeda di akal sehat ku…Setiap malamku tak lagi bersamanya. Seorang wanita cantik yang sangat ku kagumi akan kemuliaan hatinya, yang telah menemani hari-hari ku dan sangat sabar menghabiskan waktu bersamaku selama 5 tahun, hari itu aku telah merenggut nyawa wanita yang di lubuk hatiku tak sedikit pun aku ingin melepaskannya… Dengannya, aku berharap bahagia sampai adanya kematian yang memanggil diriku dan dirinya. Entah mengapa kesedihan yang ku alami saat ini menyapaku dengan halus. Dia telah pergi untuk selamanya dan tak kan pernah kembali untuk ku. Sebuah takdir atau jalan hidup yang menyeretku dan memaksaku ke dalam keabnormalan hidup yang tak pernah ku duga dalam hidupku . Cintaku telah terbunuh dan cinta juga akan membunuhku karena aku ingin terus bersamanya dan tak mau sedikit pun wanita yang ku kagumi karena kemulian hati nya harus menjadi milik orang lain selain diriku.
Reno Aditya
5 komentar:
Wooowww... kalau ada novelnya bagus bgt nie...:)
cimbriiinn....... aku suka yg ini.....!! keren...!! gw suka surat renonya....!!!!
aduh,,,,,,,,,,,,gw berharap tulisan gw ada hasilnya,,,,
waaaaaaaaaahhhhhh,........
lebaaaaaaaaayyyyyy,.
ahhhhhhhh,..
reno gk sejahat itu kale,...
hehehehehe,..
Sukses,... Kejar cita2 mu
Jaga diri baek2 ya,...
Posting Komentar